Wednesday, June 24, 2009

Pantun Hati.....

Buah pinang masaknya merah
dalam peti atas perahu,
Luka di tangan nampak berdarah
luka di hati tak siapa yang tahu.

Rakit ke kuala muatan celana,
Bukit petiti hala tujuan
Sakit kepala ada ubatnya,
Sakit hati apa gerangan.


Limau purut lebat di pangkal,
peram mari dalam istana,
Hujan ribut dapat kusangkal,
geram di hati apa caranya ?


Kalau kutahu peria pahit
takkan kumakan bersama cili
Kalau kutahu bercinta sakit,
takkan kusudi memberi hati.
Arwah tokki(atukku) sebelah ayah di Terengganu suka berpantun denganku masa aku kecil2 dulu. Sambil dia berpantun arwah menggobek sirihnya......

Pinang muda sedap dijeruk,
lepas setandan,setandan lagi,
Orang muda sedap dipeluk
lepas semalam,semalam lagi.


Bukit Jong Jalan Kelantan,
ambil buluh , buluh perindu
Ambil racun saya nak makan
tidak tahan menanggung rindu......

Tokki aku juga memberi aku serangkap pantun pengasih..hehehe...sambil menyapu bedak di muka baca pantun ni,,,(aku tak pernah buat pun)

Ribu-ribu di tepi jalan,
anak buaya megat tasik
Walau beribu orang di jalan
hanya aku dipandang cantik..............................

2 comments:

  1. Buah pinang kelatnya sangat
    Rokan dijaja di pekan hulu
    Apa dikenang apa diingat
    Biarkan saja ianya berlalu

    Buat apa perdu ditebang
    Kalau hanya menambah luka
    Buat apa rindu dikenang
    Kalau hanya menyimbah duka

    Anak punai anak merbah
    Hinggap ditonggak mencari sarang
    Anak sungai lagikan berubah
    Inikan pula hati orang

    Anak buaya terenang-renang
    Anak kunci dalam perahu
    Hanya saya terkenang-kenang
    Orang benci saya tak tahu

    ReplyDelete
  2. SMM..waa pandai gak adik kita berpantun...
    anak buaya terenang-renang
    mati seekor ditelan naga
    barang yang lepas tak kan kukenang
    hati dan diriku telah berpunya.....

    ReplyDelete